Tips Merawat Seragam Kantor Supaya Tetap Rapi dan Awet

Seragam kantor bukan hanya bagian dari penampilan perusahaan. Pakaian yang rapi juga membuat karyawan terlihat lebih profesional saat bekerja. Karena itu, menjaga kondisi seragam tetap baik menjadi hal yang cukup penting.

Namun, seragam yang dipakai hampir setiap hari tentu lebih cepat kotor dan kusut. Jika cara mencucinya kurang tepat, warna bisa memudar, kain kehilangan bentuk, atau jahitan menjadi lebih cepat rusak.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu melakukan perawatan yang rumit. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, seragam bisa tetap rapi dan nyaman digunakan dalam waktu yang lebih lama.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

1. Selalu Periksa Label Perawatan

Sebelum mencuci, biasakan melihat label perawatan yang terdapat pada pakaian.

Label tersebut biasanya memberikan informasi mengenai cara mencuci, suhu air, penggunaan pemutih, hingga cara menyetrika. Jangan mengabaikannya karena setiap bahan memiliki karakter yang berbeda.

Misalnya, bahan yang mengandung polyester membutuhkan perhatian terhadap suhu panas. Fitinline menjelaskan bahwa suhu pengering atau setrika yang terlalu tinggi dapat menurunkan kualitas polyester.

Karena itu, jangan langsung menggunakan pengaturan mesin cuci atau setrika yang sama untuk semua jenis seragam.

Jika Anda ingin memahami lebih jauh, baca panduan merawat pakaian berbahan polyester agar tetap awet dari Fitinline.

2. Pisahkan Seragam Berdasarkan Warna

Mencampur semua pakaian saat mencuci memang terasa praktis. Namun, kebiasaan ini bisa membuat warna pakaian mudah berubah.

Sebaiknya pisahkan pakaian berwarna putih, terang, dan gelap. Terutama jika seragam masih baru.

Seragam berwarna gelap juga sebaiknya dicuci dengan pakaian yang memiliki warna serupa. Dengan cara ini, Anda bisa mengurangi risiko warna luntur mengenai pakaian lain.

Selain itu, membalik pakaian sebelum mencuci dapat membantu mengurangi gesekan langsung pada bagian luar kain. Cara ini juga dapat membantu menjaga tampilan pakaian agar tidak cepat kusam.

3. Gunakan Deterjen Secukupnya

Lebih banyak deterjen bukan berarti pakaian akan menjadi lebih bersih.

Penggunaan deterjen secara berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada kain. Karena itu, gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan pada produk.

Untuk seragam dengan noda ringan, Anda tidak perlu memberikan deterjen dalam jumlah berlebihan. Fokuskan pembersihan pada bagian yang memang kotor.

Jika terdapat noda seperti makanan, kopi, atau tinta, sebaiknya tangani sesegera mungkin. Noda yang dibiarkan terlalu lama biasanya lebih sulit dibersihkan.

4. Jangan Mengucek atau Memelintir Terlalu Keras

Jika Anda mencuci seragam dengan tangan, hindari mengucek dan memelintir kain secara berlebihan.

Gesekan dan tarikan yang terlalu kuat dapat memengaruhi bentuk kain. Jahitan tertentu juga bisa menjadi lebih cepat longgar.

Gunakan gerakan yang lembut, terutama pada bagian kerah, manset, dan area dengan bordir.

Setelah mencuci, tekan pakaian secara perlahan untuk mengurangi air. Kemudian, lanjutkan dengan proses pengeringan.

5. Hindari Menjemur di Bawah Matahari Terlalu Lama

Menjemur pakaian di bawah sinar matahari memang membantu proses pengeringan. Namun, jangan membiarkannya terlalu lama di bawah panas matahari.

Paparan matahari yang berlebihan dapat membuat warna pakaian lebih cepat pudar. Risiko ini semakin terlihat pada seragam dengan warna gelap atau desain tertentu.

Sebaiknya jemur seragam di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika memungkinkan, pilih area yang mendapatkan cahaya tetapi tidak terkena matahari secara langsung sepanjang hari.

Selain itu, segera angkat seragam setelah kering. Jangan membiarkannya terus berada di jemuran tanpa alasan.

6. Gunakan Hanger Setelah Seragam Kering

Cara menyimpan seragam juga memengaruhi tampilannya.

Setelah kering, jangan langsung melempar atau menumpuk seragam di dalam lemari. Gunakan hanger agar bentuk pakaian tetap terjaga.

Cara ini sangat membantu untuk kemeja kantor. Kerah, bahu, dan bagian badan akan lebih mudah mempertahankan bentuknya.

Pastikan juga lemari tidak terlalu penuh. Berikan sedikit ruang di antara pakaian agar seragam tidak terlalu tertekan dan mudah kusut.

7. Setrika dengan Suhu yang Sesuai

Setrika memang membantu membuat seragam terlihat lebih profesional. Namun, jangan menggunakan suhu tinggi secara sembarangan.

Setiap jenis kain memiliki toleransi panas yang berbeda. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat beberapa bahan mengilap, berubah bentuk, bahkan rusak.

Kompas juga menyarankan untuk membaca label perawatan sebelum menyetrika dan menyesuaikan suhu dengan material pakaian.

Anda bisa membaca panduan menyetrika pakaian dengan aman dari Kompas untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetrika.

Baca Juga: Jenis Bahan Terbaik Untuk Custom Seragam Kantor

Mulai dari Suhu Rendah

Jika Anda tidak yakin dengan karakter kainnya, mulai dari suhu rendah.

Kemudian, naikkan suhu secara perlahan jika diperlukan.

Hindari menahan setrika terlalu lama pada satu bagian. Gerakkan setrika secara perlahan dan merata agar panas tidak terkonsentrasi pada satu titik.

8. Perhatikan Bagian Bordir dan Logo

Seragam kantor biasanya memiliki logo perusahaan. Bagian ini membutuhkan sedikit perhatian tambahan saat mencuci dan menyetrika.

Hindari menggosok bordir terlalu keras. Saat menyetrika, perhatikan posisi logo agar panas langsung dari setrika tidak merusak bagian tersebut.

Jika menggunakan sablon, ikuti juga instruksi perawatan dari vendor. Beberapa jenis sablon memiliki ketahanan panas yang berbeda.

Dengan merawat bagian logo dengan baik, identitas perusahaan pada seragam akan tetap terlihat jelas.

9. Jangan Menyimpan Seragam dalam Kondisi Lembap

Setelah mencuci, pastikan seragam benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam lemari.

Pakaian yang masih lembap dapat menimbulkan bau tidak sedap. Dalam kondisi tertentu, kelembapan juga dapat memicu munculnya jamur.

Karena itu, jangan terburu-buru melipat seragam hanya karena bagian luarnya sudah terasa kering. Pastikan seluruh bagian pakaian sudah benar-benar kering.

Jika seragam terkena hujan atau keringat cukup banyak, sebaiknya segera angin-anginkan sebelum menyimpannya.

10. Jangan Mencuci Seragam Lebih Sering dari yang Dibutuhkan

Tidak semua pakaian harus langsung dicuci setelah digunakan sekali. Namun, hal ini tetap bergantung pada aktivitas dan kondisi pakaian.

Jika seragam hanya digunakan beberapa jam di ruangan ber-AC dan tidak terkena kotoran, Anda bisa mengangin-anginkannya terlebih dahulu sebelum menyimpannya.

Sebaliknya, seragam yang terkena keringat banyak, debu, atau noda sebaiknya segera dicuci.

Intinya, sesuaikan frekuensi pencucian dengan kondisi pakaian. Cara ini dapat membantu mengurangi gesekan dan paparan deterjen yang tidak perlu.

11. Perhatikan Cara Melipat atau Menggantung

Cara menyimpan seragam juga tidak kalah penting.

Untuk kemeja kantor, menggantung menggunakan hanger biasanya menjadi pilihan yang praktis. Cara ini membantu mengurangi lipatan pada bagian bahu dan badan.

Jika Anda harus melipat seragam, pastikan pakaian sudah benar-benar kering dan rapi. Jangan menumpuk terlalu banyak pakaian di atasnya.

Selain itu, hindari memasukkan pakaian ke lemari dalam kondisi terlalu padat. Ruang yang cukup akan membuat seragam lebih mudah mempertahankan bentuknya.

Kesalahan yang Sering Membuat Seragam Cepat Rusak

Kadang-kadang bukan usia pakaian yang menjadi masalah. Kebiasaan saat merawatnya justru membuat seragam lebih cepat rusak.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya Anda hindari antara lain:

  • Menggunakan air terlalu panas tanpa melihat label perawatan.
  • Menggunakan deterjen secara berlebihan.
  • Menjemur pakaian berwarna gelap terlalu lama di bawah matahari.
  • Menyetrika dengan suhu terlalu tinggi.
  • Mengucek bagian bordir terlalu keras.
  • Menyimpan pakaian sebelum benar-benar kering.
  • Membiarkan pakaian terlalu lama berada di dalam mesin cuci setelah proses pencucian selesai.

Kebiasaan tersebut terlihat sepele. Namun, jika dilakukan berulang kali, dampaknya bisa terlihat pada warna, tekstur, dan bentuk seragam.

Baca Juga: Perbedaan Harga Seragam Kantor Bordir dan Sablon

Perawatan yang Baik Dimulai dari Pemilihan Bahan

Selain cara merawat, kualitas bahan juga menentukan seberapa mudah seragam dirawat.

Ketika membuat seragam kantor custom, pertimbangkan bahan berdasarkan aktivitas karyawan. Jangan hanya memilih kain karena terlihat bagus.

Misalnya, perusahaan yang bekerja di ruangan ber-AC mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan perusahaan yang karyawannya sering berada di luar ruangan.

Perhatikan juga karakter kain, ketebalan, kenyamanan, serta cara perawatannya.

Dengan memilih bahan yang tepat sejak awal, Anda akan lebih mudah menjaga seragam tetap rapi selama digunakan.

Kesimpulan

Merawat seragam kantor sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu membangun beberapa kebiasaan sederhana.

Mulai dari membaca label perawatan, memisahkan pakaian berdasarkan warna, menggunakan deterjen secukupnya, hingga menyetrika dengan suhu yang tepat.

Selain itu, simpan seragam dengan baik setelah kering. Gunakan hanger untuk kemeja dan hindari menumpuk pakaian terlalu padat di dalam lemari.

Jika perusahaan sedang membuat seragam kantor custom, jangan hanya memperhatikan desain dan harga. Pilih bahan yang sesuai dengan aktivitas karyawan dan tanyakan cara perawatan yang dianjurkan kepada vendor.

Dengan perawatan yang tepat, seragam akan tetap terlihat rapi, nyaman dipakai, dan lebih awet untuk mendukung penampilan profesional perusahaan.